Sejarah WRB

Berawal dari Gagasan Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) untuk memiliki wisma sendiri yang dipergunakan untuk kegiatan retreat mulai diwujudkan dengan mencari lahan di sekitar Jawa Tengah sekitar tahun 1993. Melalui pergumulan doa dan Usaha yang terus menerus akhirnya diputuskan untuk membeli lahan Calon wisma retreat di sekitar Kota Salatiga. Akhirnya diputuskan untuk membeli lahan di sekitar daerah Blotongan Salatiga karena memiliki panorama yang indah di ketinggian, masih jauh dari keramaian, berudara sejuk dan masih dalam area Kota Salatiga. Luasan lahan yang dibeli sekitar 2 (dua) hektar.

GGBI berhasil merealisasikan pembangunannya pada tahun 1994 hingga 1996. Tanggal 15 Juni Tahun 1996 (tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun Wisma Retreat Baptis ) sebagai titik tolak keberadaan Wisma Retreat Baptis, dipergunakan pertama kali sebagai tempat retreat secara khusus untuk umat Baptis seluruh Indonesia.
Sistem pembangunan WRB dilakukan secara bertahap . Pembangunan wisma diawali dengan Wisma Kediri & Wisma Lampung dengan kapasitas awal hanya untuk menampung 42 orang tamu saja. Dilanjutkan dengan pembangunan wisma WBI,Wisma Kebayoran , Joglo Cengkareng ,Aula KIM, Wisma WIM-Lt. I, Wisma Dahlia-Lt. II, Wisma Lantai III, Dapur & Ruang Makan IBI, Aula Serbaguna, Wisma Soka 1 dan 2 serta pembangunan terakhir Aula Auditorium YBI. WRB “Bukit Soka” tak terasa sudah berusia 20 tahun dan saat ini mampu menampung tamu sebanyak 300 orang (maximal dengan extra bed) serta mempunyai 4 (empat) aula dari kapasitas 20 hingga 350 orang.